Langsung ke konten utama

Merawat Bersama Alam Kita

             Beberapa waktu lalu, kebakaran hutan melanda sebagian wilayah Indonesia. Kejadian ini menyebabkan munculnya asap hitam yang menyelimuti awan. Cahaya matahari yang menyinari kawasan tersebut pun terganggu. Siang hari yang biasanya terang, terasa gelap laksana sore.

Adanya peristiwa itu mengakibatkan kerugian yang begitu besar. Mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, dan pastinya mempengaruhi roda perekonomian warga di daerah tersebut. Kalau kejadian ini terus berulang, kemungkinan dampak buruk akan terus dialami. Baik itu efek jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain kebakaran hutan, ada hal lain yang menyebabkan munculnya polusi udara. Aktivitas kendaraan bermotor juga menyumbang emisi gas kotor di udara. Buangan gas sisa dari proses produksi di industri juga bisa mencemari lingkungan. Sehingga kandungan gas karbon di udara akan semakin tinggi.

Peningkatan gas karbondioksida dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Bahkan dalam kadar yang relatif tinggi, gas ini mampu mengakibatkan kematian. Sebagai salah satu cara untuk menguranginya yaitu dengan melakukan penghijauan kembali.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan perlu ditingkatkan lagi. Dengan adanya penanaman ini setidaknya dapat mengurangi keberadaan gas karbondioksida di udara. Pada proses fotosintesis tanaman membutuhkan gas karbondioksida dan air sebagai bahan untuk menghasilkan gas oksigen dan zat makanan.

            Tidak harus bermuluk cita, bisa dimulai dari diri sendiri dengan melakukan penanaman di lingkungan sekitar. Setidaknya, kepedulian dari satu orang dengan melakukan tindakan nyata lebih baik dari pada hanya sekedar berkata-kata. Kalau bisa mengajak yang lain itu akan lebih baik.

            Allah menciptakan bumi dan langit untuk kehidupan manusia semua. Pemberian dari Sang Pencipta ini wajib dijaga bersama. Bukan hanya mengambil keuntungannya saja demi kepentingan pribadi. Bahkan sampai merusak lingkungan dan menghancurkan populasi.

            Kerusakan alam terjadi akibat dari tangan jahil manusia. Segala cara dilakukan demi memenuhi hasrat dan nafsu semata. Bahkan sampai merusak ekosistem alam. Bumi dan sekitarnya memang disediakan untuk manusia, namun bukan berarti manusia boleh mengeksplorasi dengan semena-mena.          

Semua ada batas dan kapasitasnya. Islam tidak mengajarkan berbuat kerusakan di muka bumi. Balasan Allah SWT akan ditimpakan kepada mereka yang nekat berbuat kerusakan. Bencana yang telah terjadi beberapa waktu lalu, bisa jadi sebagai peringatan dari Allah SWT kepada kita untuk kembali ke jalan yang benar.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim perlu merenungkan dan mengambil hikmah dari kejadian bencana-bencana yang menimpa negeri ini. Setiap individu harus menyadari bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggungjawab bersama. Anak dan cucu kita juga berhak merasakan kenikmatan alam tanah air ini. Kalau tidak dirawat mulai dari sekarang, kapan lagi kita akan mulai merawatnya?  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Almighty of God

 Ketika kau merasa dunia kosong oleh nyawa-nyawa Ingatlah bahwa Tuhan itu ada Ketika kau merasa baru menghirup napas kehidupan Ingatlah bahwa Tuhan Maha dahulu Ketika kau kehilangan apa yang kau indahi Ingatlah bahwa Tuhan Maha Kekal Ketika kau menghitung semua serba ganda Ingatlah bahwa Tuhan Maha Esa Ketika kau telah melukiskan potongan hidupmu dengan sempurna Ingatlah bahwa Tuhan Maha berkuasa Ketika kau berada dalam persimpangan jalan yang harus kau pilih Ingatlah nahwa Tuhan Maha menentukan Ketika kau  mengagungkan sebuah nama dalam tahajudmu Ingatlah bahwa Tuhan Maha Tahu Ketika kau mengerti kisah mu tak selamanya Ingatlah bahwa Tuhan Maha Hidup Ketika kau membisikan tahmid sepelan suara angin Ingatlah bahwa Tuhan masih dapat mendengarmu Ketika kau menyembunyikan apapun disudut  dunia Ingatlah bahwa Tuhan selalu melihatmu Ketika kau melantunkan ayat Al Qur'an seindah nyanyian alam Ingatlah bahwa Tuhan Maha ...

Memulai lagi yang sudah terencana

Lama tak bersua, kini mulai mencoba untuk mengkisahkan kembali tentang kehidupan ini. Kisah kehidupan yang secara tersirat bisa kita rasakan. perlulah untuk menterjemahkan apa yang tersirat dari hidup ini untuk menjadi suatu yang tersurat, supaya hal itu bisa di baca, dilihat , dihayati, atau bahkan semoga bisa diambil hikmah dari kejadian kehidupan ini. Baru, pas sehari di tahun 2014 ini semoga apa yang terlihat oleh mata bisa diolah dengan baik oleh akal dan pikiran serta bisa tersampaikan lewat tangan ataupun lisan ini. Belajar tentang keistiqomahan dalam melakukan segala sesuatu, ketika hal baik tidak segera dimulai nanti malahan hal yang buruklah yang akan memulai. Aktif, bebas berkarya dan berekspresi asalkan hal itu tidak merugikan orang lain. Sekedar tulisan yang saya buat ini, semoga bisa tersampaikan segala aspirasi, saran, kisah ataupun hal lain yang bisa bermanfaat buat orang banyak. Kalau tak suka tidak usah dibuka blog ini, kalaupun suka bisa sekedar sharing informasi y...